Jumat, 14 Januari 2011

BAB V

File  Sistem Terdistribusi  ( Distributed  File  System  ,  disingkat DFS  -   penulis  akan
menggunakan  kata  ini  selanjutnya)  adalah  file  sistem  yang  mendukung  sharing  files  dan
resources dalam bentuk penyimpanan persistent di sebuah network. File server pertama kali
didevelop pada  tahun 1970 dan Sun NFS (Network File System) menjadi DFS pertama yang
banyak digunakan setelah awal pemunculannya di tahun 1985. DFS yang terkenal selain NFS
adalah AFS (Andrew File System) dan CIFS (Common Internet File System). 


Sebuah file server menyediakan file service ke client. Dari sisi client terdapat interface
untuk  file  service  dalam hal  operasi  primitif  file,  seperti membuat  file  (create), menghapus
(delete)  dan  read  /  write  file.  Komponen  perangkat  keras  utama  yang  mana  file  server
mengontrolnya  adalah  sebuah  local  storage  (umumnya  disk  drive  / HDD). Ditempat  itulah
file-file  tersimpan  dan  dari  tempat  tersebut  request  client meretrive  file.  Pada DFS  client,
server dan juga perangkat penyimpanan merupakan mesin terpisah dalam sebuah lingkungan
terdistribusi  (Intranet).  Jadi,  aktifitas  layanan  (service) dibawa melewati  jaringan  (network),
jadi  selain  sistem  memiliki  satu  data  terpusat,  sistem  memiliki  beberapa  perangkat
penyimpanan independent. Konfigurasi konkret dan juga implementasi dari sebuah DFS dapat
beragam bentuknya. Dalam beberapa konfigurasi, server berjalan sebagai dedicated machine
(layanan terpusat) atau juga menjadi server dan client. DFS dapat diimplementasikan sebagai
bagian  dari  Sistem  Operasi  Terdistribusi  dengan  sebuah  layer  software  yang  tugasnya
mengatur komunikasi antara sistem operasi konvensional dan file system. 
Parameter untuk mancapai DFS adalah transparansi. Secara ideal, DFS terlihat sebagai
bentuk  file  system  terpusat,  faktor  keseragaman  (multiplicity)  dan  penyebaran  server  serta
perangkat  penyimpanan  tidak  terlihat  oleh  user.  Oleh  karena  itu  interface  client  yang
digunakan  program  tidak  akan  membedakan  antara  file  local  dan  remote.  Semuanya
tergantung dari implementator DFS untuk mengalokasikan file-file dan menyusun transportasi 

data.  Kelebihan  lain  dari  DFS  adalah  peningkatan  performa.  Yang  menjadi  tolak  ukur
pengukuran performa DFS adalah waktu yang dibutuhkan untuk merespon request layanan.
Saling berbagi media penyimpanan informasi sudah menjadi sesuatu hal yang penting
dalam resource sharing. Desain service file terdistribusi yang baik adalah menyediakan akses
distribusi file dengan performansi dan realibilitas yang sama atau lebih baik dari penyimpanan
file-file dalam disk local dalam bentuk transparent.
Desain  skala  besar  dari  proses  sistem  penyimpanan  baca  tulis  file  pada  wide  area
menimbulkan masalah  pada  load  balancing,  reliabilitas,  avaibility  dan  security.  File  sistem
yang  terdistribusi  mengemulasikan  fungsionalitas  dari  file  sistem  tak  terdistribusi  untuk
program  client  yang  berjalan  pada  komputer  remote.  File  sistem  terdistribusi  juga
menyediakan  hal-hal  pokok  untuk  pengorganisasian  komputer  yang  berbasiskan  jaringan
intranet. 


Pengenalan File Service
File  service  adalah  suatu  perincian  atau  pelayanan  dari  file  system  yang  ditawarka
pada komputer client. Suatu file server adalah implementasi dari file service dan berjalan pada
satu  atau  lebih  mesin.  File  itu  sendiri  berisi  dari  nama,  data  dan  atribut  file  seperti
kepemilikan  file,  ukuran, waktu  pembuatan  file  dan  hak  akses  file.  File  sistem merupakan
mekanisme penyimpanan on-line  serta untuk akses, baik data maupun program yang berada
dalam sistem operasi. 
Karakteristik dari File System
File  Sistem  adalah  bertanggung  jawab  untuk  pengorganisasian,  penyimpanan,
pencarian  keterangan,  penamaan,  sharing  atau  pembagian  dan  protection  atau  perlindungan
dari  file-file. File berisi dari dua bagian penting yaitu data dan  atribut. File  sistem didesain
untuk  menyimpan  dan  mengatur  banyak  dan  besar  file  dengan  fasilitas  untuk  membuat,
memberi nama dan menghapus file. File system juga bertanggung  jawab untuk pengontrolan
dari  akses  file,  akses  terbatas  ke  file  oleh  user  yang  berhak  dan  tipe-tipe  dari  akses  yang
diminta.
- Operasi pada file (=data + atribut)
Create / delete
Query / Modifikasi Atribut 


Open / Close
Read / Write
Akses Kontrol
- Organisasi penyimpanan
Struktur direktori (hirarki, pathname)
Metadata (pengaturan informasi file) : atribut file, informasi struktur direktori,
dll 
Atribut File
File  adalah  kumpulan  informasi  berkait  yang  diberi  nama  dan  direkam  pada
penyimpanan sekunder. Atribut file terdir dari :
1.  Nama 
Merupakan  satu-satunya  informasi  yang  tetap  dalam  bentuk  yang  bisa  dibaca  oleh
manusia (human readable form)
2.  Type
Dibutuhkan untuk sistem yang mendukung beberapa tipe berbeda
3.  Lokasi
Merupakan pointer atau penunjuk ke device dan lokasi file pada device tersebut berada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar